Filosofi cincin pernikahan

Filosofi Menarik di Balik Cara Memakai Cincin Pernikahan

Filosofi Menarik di Balik Cara Memakai Cincin Pernikahan

Cincin pernikahan atau cincin kawin dikenal sebagai salah satu simbol bahwa seorang wanita sudah terikat secara hukum dan agama dengan seorang pria. Hubungan mereka sakral dan menjadikan si lajang disebut sebagai suami atau istri. Dalam pandangan awam, cincin seolah hanya menjadi sebuah hiasan di jari. Tetapi, ternyata, ada filosofi mendalam tentang perhiasan tersebut, termasuk jenis cincin dan alasan peletakkannya di jari tertentu.

Tradisi penggunaan cincin pernikahan telah ada sejak jaman Mesir kuno. Bahan yang digunakan bukanlah logam, melainkan tanaman yang tumbuh di sekitar sungai Nil seperti alang-alang dan papyrus yang dianyam dan ditenun sehingga membentuk sebuah lingkaran cincin. Awalnya, cincin kawin hanya dikenakan oleh mempelai wanita. Namun, lambat laun mempelai pria juga terlihat mengenakan perhiasan tersebut.

Baca juga:  Tips memilih cincin kawin yang tepat

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa cincin pernikahan harus disematkan di jari manis kiri? Ternyata hal ini bukan pula hanya sekedar mengikuti tradisi. Ada filosofi khusus pada cara pemakaian sebuah cincin kawin. Umumnya, cincin tersebut dikenakan di jari manis kiri. Hal ini berlaku di negara-negara tertentu seperti Inggris, Perancis, Amerika Serikat dan Kanada. Masyarakat di keempat negara tersebut percaya bahwa jari manis kiri pada laki-laki dan perempuan terdapat syaraf yang berhubungan langsung dengan hati. dengan begitu, hati pemilik jari akan menjadi milik orang yang menyempatkan cincin disana untuk selamanya.
Ada cara unik untuk memahami maksud dari filosofi tersebut yaitu dengan mempraktekkan langkah-langkah berikut:



1. Gabungkan kedua telapak tangan dan tekuk jari tengah ke dalam.

2. Pertemukan ujung 4 jari yang lain.

3. Terlihat, dari kelima jari tersebut, hanya sepasang jari yang benar-benar tidak dapat dipisahkan. Untuk mengujinya, buka masing-masing jari yang bertemu ujungnya.

4. Coba buka kedua ibu jari. Jari pertama ini disebut mewakili orang tua dimana mereka juga bisa sakit dan meninggalkan kita sebagaimana semua umat manusia.

5. Tutup kembali ibu jari dan buka jari telunjuk. Keduanya menggambarkan saudara kandung, yaitu kakak dan adik dimana merekapun juga akan memiliki keluarga sendiri dan meninggalkan kita.

6. Tutup kembali jari telunjuk dan buka jari kelingking. Jari kelima ini mewakili anak-anak. Sebagaimana orang tua dan saudara kandung, merekapun suatu saat akan meninggalkan kita.

7. Tutup kembali jari kelingking dan coba buka jari manis. ternyata sepasang jari tersebut sangat sulit untuk dibuka yang mewakili hubungan suami istri, selamanya tak terpisahkan.

Pemakaian cincin pernikahan sebenarnya tidak harus di jari manis kiri. Di tiga negara yaitu India, Norwegia dan Jerman, pasangan suami istri justru mengenakan cincin tersebut di jari manis kanan. Namun, makna dan artinya tetap sama, sebagai simbol cinta dan kesetiaan pasangan yang telah menikah.

Related product you might see:

Share this product :

Posting Komentar

jual cincin batu akik harga murah


jual cincin akik bacan doko saphire jual cincin akik perak jogjajual cincin batu akik jogjatoko cincin akik murah berkualitas jogjacincin akik pria perak bacan murah cincin akik online perak emas palladium murahjual cincin akik sby murah online